Starting your own business
isn’t for the
faint of heart. It’s stressful and pretty much demands your complete focus. On
the plus side, it can also be a fulfilling experience professionally and
personally.
Here are 50 tips on how to make your business
come to life:
1. Do a self-inventory.
Not everyone has what it takes to start a
company. That’s not to say that your idea is not brilliant. It just means that
you may not have the personality traits to handle launching a company of your
own.
Before investing any time or resources, evaluate
yourself and see if you have some the typical traits of an entrepreneur. Are
you motivated, able to adapt and confident? Are you resilient?
Trik Psikologi Warna Dalam Desain Logo
Banyak orang yang mengatakan untuk
meningkatkan kualitas dan profesionalisme seorang desainer adalah hal
yang sangat sulit. Tetapi, sebenarnya tidak pernah ada hal yang sulit
jika anda tidak melupakan hal-hal kecil dan terus menggali kemampuan
anda. Tidak ada salahnya untuk mempelajari suatu aspek lebih dalam,
karena dengan mengetahui hal-hal kecil yang tidak diketahui orang lain,
akan membuat anda unggul satu tingkat. Sebut saja warna sebagai contoh.
Warna merupakan salah satu aspek elemen yang sangat penting dalam
desain. Apakah anda tahu bahwa setiap warna memiliki makna yang berbeda? Sebagai contoh, merah memiliki arti passion,
energi, kehangatan dan panas, sedangkan warna biru adalah warna selain
merah yang sering menghiasi logo perusahaan karena memiliki arti
profesionalisme, integritas, dan pemikiran yang serius. Sederhana bukan?
Tidak hanya mengerti mengenai arti warna, anda juga harus mengerti apa perbedaan mengenai bentuk dan warna dalam desain.
Apa itu kontras warna? Apa itu kontras bentuk? Dan lain-lainnya
mengenai kontras harus anda pelajari baik-baik demi tercapainya
peningkatan kualitas desain anda.
Untuk menguasai aspek warna dalam desain
logo secara keseluruhan, Sribu akan membahas beberapa trik psikologi
warna pada desain logo yang Sribuddies wajib tahu. Tidak semua klien
seperti pengusaha bisnis hanya ingin desain logo yang indah atau
menarik, tetapi mereka ingin logo tersebut dapat bercerita. Disinilah
tugas desainer untuk membuat logo yang membangkitkan pesan serta emosi
yang tepat pada pelanggan yang diinginkan. Warna dalam logo dapat
berfungsi sebagai pemicu psikologis untuk membuat pelanggan yakin
layanan anda merupakan pilihan terbaik mereka. Berikut ini adalah
rincian warna yang paling dasar dan apa emosi yang dimunculkan olehnya:
Merah
Emosi: Cinta, kemarahan, passion, sensualitas, intensitas
Merah adalah warna yang paling sering
digunakan logo karena memiliki banyak sekali emosi yang menimbulkan
intensitas. Merah dapat berfungsi untuk mengintensifkan atau
membangkitkan gairah apapun. Satu hal yang tidak diketahui mengenai
merah yaitu santai dan tenang. Banyak sekali logo restoran yang
menggunakan warna merah dalam logonya dengan tujuan mencari pelanggan
potensial yang menginginkan intensitas yang baik. Coba perhatikan
beberapa logo perusahaan makanan dibawah ini:
Dengan warna merah dalam logo ini,
secara psikologis pelanggan akan berpikir untuk ingin mencobanya karena
warna merah pada logo tersebut menimbulkan keinginan yang sangat besar.
Oleh karena itu, jika Anda membuka usaha terapi atau tempat penyembuhan
berpengetahuan, mungkin akan lebih baik untuk meninggalkan merah dari
logo Anda. Anda lihat bahwa sebagian besar kantor dokter tidak
menggunakan warna merah di logo mereka tapi rumah sakit lakukan. Rumah
Sakit lolos begitu saja karena pada waktu tidak ada tempat yang lebih
serius di dunia.
Orange
Emosi: Kesenangan, keberanian, antuasiasme, rasa percaya
Nuansa orange dapat mencakup berbagai emosi, tetapi emosi yang paling mencerminkan orange adalah keberanian. Walaupun demikian, orange tetap
cukup untuk membangkitkan gairah seperti yang dilakukan warna merah,
tetapi tidak cukup gelap untuk menghasilkan ketenangan dan kehalusan. Orange
akan menjadi warna yang baik untuk bisnis yang berani tetapi lebih ke
pemasok mainan, hiburan, dll. Inilah beberapa contoh logo yang memiliki
unsur orange didalamnya:
Orange sangat mudah digunakan untuk permainan kontras warna. Contohnya saja, jika anda memadukan warna orange dengan warna yang lebih gelap seperti biru atau ungu, anda bisa membawa nada warna ke daerah yang lebih serius.
Kuning
Emosi: Kegembiraan, suka cita, energi, perhatian
Seperti yang anda tahu, kuning adalah
warna cerah yang secara alami membangkitkan emosi kebahagiaan daripada
warna yang lain. Namun, sama seperti orange, jika dipadukan
dengan warna yang lebih gelap, kesan kebahagiaan pada warna kuning akan
hilang dan akan terlihat lebih serius. Inilah alasan sederhana mengapa
warna kuning sering digunakan dalam logo yang mencerminkan
kekanak-kanakan. Inilah beberapa contoh logo yang dominan dengan warna
kuning:
Dengan demikian, warna kuning lebih cocok untuk perusahaan yang mencerminkan dengan anak-anak, keluarga atau toko-toko.
Hijau
Emosi: Harmoni, segar, ambisi, keserakahan
Hijau merupakan warna yang umumnya
berkaitan dengan alam, keuangan dan keamanan. Banyak sekali perusahaan
rekreasi alam terbuka menggunakan warna hijau untuk mendorong alam yang
harmonis datang dalam produk mereka. Bagi anda yang ingin mendesain logo
untuk perusahaan peralatan kemah, perawatan pekarangan, keuangan atapun
makanan yang berhubungan dengan kesehatan, dapat menggunakan warna
hijau dengan efektif dalam logonya.
Biru
Emosi: Tenang, kepercayaan, keyakinan, keseriusan
Biru adalah warna yang paling terkait
dengan bisnis karena membangkitkan rasa keseimbangan serta kecerdasan
yang tenang. Seperti warna biru pada air, dengan menggunakan warna biru
pada logo anda, anda mendorong pelanggan untuk membaca tujuan perusahaan
anda dan keseriusan anda pada bisnis tersebut. Inilah alasan mengapa
warna biru cenderung menghiasi logo perusahaan seperti pediatri, terapi,
dan layanan serius lainnya. Inilah contoh logo yang menggunakan warna
biru:
Warna biru yang ringan membangkitkan
kepercayaan, dimana warna biru gelap lebih membangkitkan kehadiran
intelijen. Keduanya baik untuk digunakan dalam logo, tetapi penting
untuk memutuskan mana yang lebih mungkin untuk mengundang pelanggan
lebih banyak.
Ungu
Emosi: Ambisi, martabat, misterius, independen
Tentunya jika anda pikirkan lebih baik,
jarang sekali anda melihat warna ungu menghiasi logo-logo perusahaan.
Warna ungu pada logo cenderung membangkitkan emosi yang sangat spesifik.
Itulah yang membuat warna ini menjadi warna yang menarik bagi semua
orang tetapi dengan unik dan berbeda dengan yang lain. Warna ungu dapat
dihubungkan dengan perusahaan-perusahaan mewah seperti perhiasan, mobil
mewah, atau perusahaan kecantikan.
Cokelat
Emosi: Kenyamanan, kekuatan, kemalasan, isolasi
Warna cokelat adalah warna yang paling
sederhana diantara semua warna. Warna cokelat lebih mencerminkan kea rah
maskulin. Yang paling umum digunakan adalah warna cokelat tua yang
tampaknya menjadi isolasi yang dapat memberi tahu pelanggan bahwa mereka
menawarkan produk yang dapat digunakan untuk mereka nyaman dan dapat
bermalas-malasan. Contoh perusahaan yang memiliki warna cokelat dalam
logonya merupakan perusahaan-perusahaan peralatan berkemah, berburu,
ataupun perusahaan-perusahaan lain yang memungkinkan orang untuk
melakukan hal sendiri.
Emosi: Kekuatan, misterius, berduka, elegan
Jika anda ingin mendesain logo dan
menunjukkan kekuatan anda, cobalah untuk menggunakan sedikit warna hitam
pada logo anda. Hitam adalah dominasi utama dan finalitas utama.
Semakin besar anda ingin memberikan kesan kekuatan perusahaan anda,
semakin banyak pula warna hitam yang digunakan dalam logo anda.
Contohnya saja Nike. Dengan symbol checklist dan warna yang full hitam, membuat orang-orang yang menggunakan produknya merasa lebih kuat.
Putih
Emosi: Kepolosan, kemurnian, kebersihan
Tidak banyak yang dapat digunakan jika
menggunakan warna putih dalam logo anda. Anda memiliki kelimpahan putih
harus dalam bisnis yang mutlak sebagai titik awal. Dengan adanya warna
mutlak putih dalam logo anda, anda seolah memberi informasi kepada
pelanggan untuk mempertimbangkan produk mereka dan meyakinkan bahwa
mereka tidak akan menyesal.
Namun sama sepeti warna hitam, putih
digunakan dalam moderasi di hampir semua logo. Jika tidak ada yang lain,
warna hitam dan putih dapat membantu pelanggan untuk mengetahui anda
serius atau tidak dalam bisnis tersebut.
Desain Warna
1. Cobalah Memulainya Dengan Grayscale
Setelah Anda selesai mendesain situs
Anda, yuk coba tips desain yang satu ini. Cobalah untuk menganalisis
skema warna Anda dengan menggunakan Photoshop “Squint” Test:
1. Pertama mulailah dengan men-screenshot setidaknya 3 halaman dari situs Anda2. Duplikatkan background layer di setiap screenshot Anda (Layer → Duplicate Layer, or Command + J on a Mac, or Control + J on Windows)
3. Gunakan Gaussian blur sekitar 10pixel pada layer baru
4. Lalu klik Image → Adjustments → Posterize, gunakan sekitar 8 sampai 12 level, atau cobalah klik Filter → Pixellate → Mosaic, gunakan sekitar 15 sampai 30pixel
Sudah? Anda pasti bingung untuk apa tes
ini dilakukan. Tes ini dilakukan untuk menunjukkan warna apa yg
mendominasi situs Anda. Mudah bukan?.
2. Selaraskan Warna Anda
Sebagai seorang desainer, Anda harus ingat bahwa warna memiliki 3 sifat yaitu hue, saturation, dan value (kadang disebut dengan lightness). Saturation menunjukkan betapa kaya warna Anda, sebagai contoh adalah neon adalah warna yg memiliki saturation tinggi, sedangkan pastel adalah warna yang memiliki saturation rendah. Value menunjukkan seberapa terang warna Anda dari skala hitam dan putih. Sedangkan yang terakhir adalah hue. Hue
menunjukkan bagian warna pelangi mana warna tersebut. Contohnya seperti
merah atau hijau. Sebuah desain bisa memiliki 100 nuansa warna, dari
pastel ke neon. Tapi tentunya, warna pada desain harus direncanakan
dengan baik. Karena jika Anda salah memadukannya, skema warna Anda akan
berantakan.
3. Galilah Skema yang Baik
Untuk mencapai skema warna yang baik
tidak semudah membalikan telapak tangan Anda. Anda harus bisa menggali
skema dengan baik. Anda harus berpikir dimana skema warna yang baik
berasal? Bagaimana Anda bisa memutuskan warna yang cocok dari
beribu-ribu kombinasi warna yang ada?. Anda harus memikirkan baik-baik
tentang skema warna Anda. Tentunya skema warna Anda harus selaras dengan
isi konten situs Anda. Jangan sampai situs Anda mengenai berita
politik, tetapi Anda menggunakan kombinasi warna pink dan biru muda pada situs Anda. Itu bencana yang sangat besar.
4. Gunakan Tekstur
Tekstur monokromatik (tekstur
dengan hanya menggunakan satu warna) dan pola memberikan dimensi halus
untuk sebagian besar situs tanpa terjadinya bentrok antara warna dan
konten. Tapi bagaimana caranya membuat tekstur yang baik dan menarik
untuk dilihat?. Inilah tips desain untuk membuat latar belakang dengan
tekstur yang sederhana:
– Fotolah lantai atau dinding yang memiliki kesan tersendiri.– Buka foto tersebut di Photoshop.
– Duplikatkan background layer dan namakan dengan tekstur1.
– Isi layer Anda dengan warna dari skema warna Anda.
– Atur modus tekstur1 ke soft light dengan opacity sebanyak 30%.
– Cobalah aplikasikan ke situs Anda dan lihat apa yang terjadi. Jika itu belum terlihat bagus, cobalah bermain dengan opacitynya.
5. Yuk, Buat Skema Yang Baik
Sebuah skema dibilang baik tentunya
pasti memiliki karakteristik tersendiri. Anggap saja sebagai sebuah
kerangka atau pedoman untuk menjaga desain yang konsisten, skema ini
harus:
– List kedua sampai kelima harus bekerja sama dengan baik– Harus bisa menjelaskan seberapa jauh desain dapat bervariasi
– Perhitungkan semua nuansa warna
– Dapat bekerja dengan baik melawan hitam dan putih
Mari kita coba implementasikan tips desain ini:
Ini adalah salah satu skema yang
dirancang dengan tema musim gugur. Pemilihan warna hangat ini terasa
benar dan berhubungan dengan temanya.
Dalam Photoshop, disediakan dua lapisan warna hitam dan putih. Modus campuran setiap lapisan ditetapkan untuk “Soft Light.” Hitam paling gelap untuk warna paling kanan, sehingga opacity layer hitam telah disesuaikan.
Untuk menyatukan warna, lapisan baru diciptakan dan diisi dengan warna merah murni. Modus campuran ini ditetapkan untuk “Color” dan opacity
nya dipotong menjadi sekitar 40%. (Catatan: urutan lapisan sangat
penting. Warna akan berubah jika “warna” lapisan ditetapkan di bawah
lapisan hitam-dan-putih).
Nah, hal ini memberikan desainer 15
warna untuk dipilih. Anda dapat mengambil empat yang memiliki berbagai
nada dan warna. Di sini, warna yang diatur terhadap putih.
Tadaaa….. terpilihlah empat
warna yang Anda pilih. Tapi ingat! Variasi sangat penting, sehingga
tidak ada salahnya Anda untuk bereksperimen dan tidak terpaku pada tips
desain ini.
Bagaimana jika kita mengubah mereka sekaligus? Coba gunakan Image → Adjustments → Hue/Saturation pada “tint” layer menciptakan nuansa jelas un-musim gugur, tapi warna masih dikoordinasikan. Mungkin palet yang dapat digunakan untuk Paskah.
Hasil akhirnya adalah skema warna:
referensi yang menyediakan berbeda (tapi tidak terlalu berbeda) warna
dan berbagai nuansa yang bekerja sama dengan baik.
6. Gunakan Framework
Dalam pembuatan skema Anda harus
dapat berpikir kedepan. Apakah grafis 1 bulan mendatang dapat didukung
skema warna Anda? Solusi termudah adalah untuk menemukan gambar yang
sesuai dengan skema Anda . Ingat bahwa skema warna memungkinkan untuk
ruang gerak: selama warna utama gambar itu cocok, gambar dapat sesuai.
Tetapi, sedangkan tidak cocok, Anda bisa coba gunakan tips desain ini:
- Buka gambar tersebut di Photoshop
- Kemudian buat layer baru. Dan set menjadi “Color” mode
- Isi layer dengan warna dalam skema Anda
- Set opacity warna layer menjadi 50%
Gimana? Mendekati bukan? Jika belum mendekati juga, cobalah bermain dengan opacity Anda.
7. Mencari Profesional
Mencari satu set warna yang
terlihat profesional adalah hal yang membuang waktu Anda loh Sribuddies.
Karena sebenarnya tidak ada tuh yang namanya satu set warna yang
profesional. Jadi, Anda harus sabar mengkombinasikan satu per satu warna
yang menurut Anda cocok untuk situs Anda.
TIPS DESAIN:
– Bila Anda berpikir Anda
memiliki skema warna yang baik, cobalah gunakan untuk setidaknya satu
minggu. Kemudian cobalah untuk belajar mengevaluasi warna. Berikan waktu
untuk sepenuhnya menyerap kepribadian skema sendiri.– Bila Anda berpikir Anda memiliki skema warna yang baik, jangan biarkan skema tersebut menjadi basi. Selera pengunjung akan berubah dari waktu ke waktu. Buatlah catatan untuk meninjau warna setelah empat bulan. Kemudian tanyakan, apakah mereka masih sesuai? Jika tidak, apa yang telah berubah? Faktor-faktor apa akan mempengaruhi penyesuaian Anda?
– Gunakan warna yang cemerlang. Sebuah percikan sesuatu warna akan menarik pengunjung di sana, tetapi jika mereka melihat di mana-mana, mereka akan berjalan tanpa tujuan.
– Beberapa orang berpikir skema warna memiliki rentang yang sempit. Biarkan beberapa kelonggaran untuk memberikan desain Anda menambahkan kedalaman.
– Hindari primary murni seperti merah, hijau, biru dan kuning. Beri mereka semburat untuk karakter nyata: misalnya kombinasikan merah dengan sedikit ungu, biru dengan sentuhan hijau, kuning dengan warna oranye.
-Pastikan warna Anda tetap bekerja ketika Ia telah memudar. Jika Anda memilih merah, Anda harus menyadari bahwa lampu merah bisa feminin dan gelap merah dapat terlihat seperti karat atau darah. Kuning berjalan dari sinar matahari memudar sampai coklat gelap. Biru tua adalah misterius, dan biru muda tenang.
– Untuk Anda pengguna Mac, cobalah atur layar Anda. Pergi ke “System Preferences” dan klik “Universal Access.” Set tampilan Anda ke “Use Grayscale.” Ini juga sangat berguna ketika Anda berada dalam mood untuk film noir.
– Tidak peduli seberapa aktif Anda ingin website Anda untuk merasakan sesuatu, cobalah gunakan latar belakang netral. Hitam, putih dan abu-abu baik kerja dengan hampir setiap warna.
– Jika Anda ingin teks kecil (katakanlah, 14 poin atau kurang) untuk mencocokkan bidang besar warna, buatlah teks beberapa warna lebih gelap dari biasanya. Ini akan mengimbangi counter cahaya dalam karakter.
– Gunakan nuansa warna lebih sedikit.
– Apa yang “terlihat baik” itu bersifat intuitif. Namun intuisi adalah pertempuran antara ego Anda, pembaca Anda dan otoritas orang pendanaan proyek tersebut.
Gunakan latar belakang yang teredam untuk membuat konten menonjol:
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
About Me
Popular Posts
-
Interior design: you hear about it all the time, and you know it’s the process/thing that happens between your house being boring and ...
-
Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbaga...
-
Like other professionals, interior designers must contend with ethical issues. Indeed, the issues can be quite similar to those of all...
-
Berikut tips-tips agar Anda bisa berhemat dan menikmati perjalanan yang menarik. Berlibur tentu tak harus mahal. Yang penting bisa...
-
Banyak orang yang mengatakan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme seorang desainer adalah hal yang sanga...
-
Agar rumah terlihat lebih menarik dengan dekorasi yang unik, ada berbagai cara untuk dapat mewujudkannya dan salah satunya dengan memanfa...
-
isn’t for the faint of heart. It’s stressful and pretty much demands your complete focus. On the plus side, it can also be a ful...
-
This involves understanding the human element of planning. To make an interior work properly there may be a number of solutions to do ...
-
Warna adalah elemen desain yang paling penting. Warna sering sekali dikaitkan dengan kepribadian maupun selera se...





